Selasa, 29 November 2011

3 Ajaran (三教 sanjiao) di China

1.  Konfucius (孔子kongzi 551-479 SM)
     
      Seorang guru besar berasal dari daerah Shandong (山东). Ajaran Konfusius  mengajarkan tentang moral dan etika yang berisikan tentang kebenaran universal tentang manusia bahwa “manusia tidak dapat melampaui kesempurnaan dalam bertingkah laku.” Konfusius selain dianggap sebagai seorang Nabi dan sebagai pembawa dari agama atau kepercayaan dari kongjiao (孔教) dengan 4 Kitabnya yang terkenal yaitu Kitab Agung (大学 da xue),  Kitab Penengah  (中庸 zhongyong), Kitab Sabda Suci (论语 lunyu)  dan Kitab Meng zi (孟子mengzi), ia juga menjadi orang yang sangat disegani pada setiap perkataan dan ajarannya. Ajaran konfusius ini dipusatkan pada manusia itu sendiri dengan prinsip: bagaimana bersikap pada keluarga sebagai dasar bentuk pemerintahan yang paling ideal; bagaimana memuja leluhur; bagaimana bersikap terhadap orang tua; bagaimana moral saat berperang. Memupuk kebajikan ( ren), kebenaran ( yi), kesusilaan ( li) dan kebijaksanaan ( zhi) dan berbakti kepada orang tua (xiao) adalah hal-hal yang harus dikembangkan sebagai dasar-dasar kepemimpinan.


2. Agama Buddha
   
    Lahir di negara India, lebih tepatnya lagi di wilayah Nepal sekarang, sebagai reaksi terhadap agama Brahmanisme. Pencetusnya ialah Siddhartha Gautama yang dikenal sebagai Gautama Budha oleh pengikut-pengikutnya. Ajaran Buddha sampai ke negara Cina pada tahun 399 Masehi, dibawa oleh seorang biksu bernama Fa Xian. Masyarakat Cina mendapat pengaruhnya dari Tibet disesuaikan dengan tuntutan dan nilai lokal.
   Setiap aliran Buddha berpegang kepada Tripitaka sebagai rujukan utama karena dalamnya tercatat sabda dan ajaran sang hyang Buddha Gautama. Pengikut-pengikutnya kemudian mencatat dan mengklasifikasikan ajarannya dalam 3 buku yaitu Sutta Piṭaka (kotbah-kotbah Sang Buddha), Vinaya Piṭaka (peraturan atau tata tertib para bhikkhu) dan Abhidhamma Piṭaka (ajaran hukum metafisika dan psikologi).
   Proses reinkarnasi (karma di masa hidup yang menentukan masa  hidup kembali  setelah setelah mati), proses kausalitas (hubungan antara sebab akibat dari sebuah perbuatan), proses Nirvana (keabadian di alam surga) merupakan konsep-konsep dasar ajaran ini.

3. Daoisme
    Diajarkan oleh seorang 老子(laozi 604-517). Konsep kealamian sesuai dengan kodratnya, sikap kewajaran dalam hidup dalam dengan mengikuti arah yang di berikan oleh Tuhan untuk dapat mendapkan keabadian dalam hidup sebagai dasar ajaran ini. Proses 2 bentuk yang saling bertolak belakang tapi menyatu seperti antara Yin () dan Yang (阳) juga menjadi bagian dalam ajaran ini.

 

- introduction to Chinese philosophy: from ancient philosophy to Chinese Oleh JeeLoo Liu
- Confucianism Oleh Rodney Leon Taylor
- The Chinese oleh John Francis Davis
- Wikipedia Indonesia






Rabu, 23 November 2011

Belajar Mandarin

NohanziPinyinArti
1 总经理 zŏngjĭnglĭ dirut
2 经理 jìnglĭ manager/direktur
3 会计人员 huìjì rényuán manager akuntan
4 会计师 huìjì shī akuntan
5 公关部经理 gōngguānbù jìnglĭ manager umum
6 接待员 jiēdàiyuán receptionis
7 秘书 mìshū sekretaris
8 医生 yīshēng dokter
9 律师 lùshī pengacara
10 农民 nóngmín petani
11 渔民 yúmín nelayan
12 商人 shàngrén pedagang
13 职员 zhíyuán pegawai
14 工人 gōngrén buruh
15 服务员 fùwùyuán nelayan
16 厨师 chúshī koki
17 家庭妇女 jiātíngfùnŭ Ibu Rumah tangga
18 佣人 yōngrén pembantu
19 治保员 zhìbǒyuán satpam
20 老板 lǎobǎn Bos / juragan

Jumat, 18 November 2011

Legenda Kera Sakti ( sun go kong ) bag II




Setelah saya bercerita sedikit mengenai Kera Sakti yang hanya mitologi ini,dan ini merupakan gambaran umum kehidupan kita saat ini dan para pengembara yang mengambil kitab suci ke Barat itu adalah simbol -simbol sifat kita.

Mari kita mulai dari :

1. Biksu Suci ( Tang Zhang )

 Biksu ini menggambarkan suatu kesadaran bahwa setiap tindakan akan ada akibatnya,jubah yang di kenakan merupakan symbol perlindungan kesucian dari sifat dasar manusia.

 2. Sun Go Kong

Kera ini menggambarkan tentang suatu kesombongan,keegoisan dan berpikir liar yaitu melakukan sesuatu tindakan tanpa memperhitungkan terlebih dahulu.

 3. Cu Pai Chie

Seorang Jendral perang yang di kutuk menjadi siluman Babi ini menggambarkan suatu keserakahan duniawi dan sifat manusia yang selalu di liputi oleh berbagai keinginan.


4. Wu Ching

Menggambarkan seorang manusia yang berkarakter lemah dan membutuhkan dorongan semangat dari orang lain dan juga kebodohan batin.

 Demikian sedikit tulisan dari  saya, semoga bermanfaat…………….

Rabu, 16 November 2011

Legenda Kera Sakti ( sun go kong )


Pernah kita mendengar dan melihat kisah si Kera Sakti dari China ini,yang mengawal sang Biksu Suci ( Tang Zhang ) mengambil kitab suci ke Barat bersama 2 pengawalnya yaitu Cu Pa Chie dan Wu Ching.

Kebenarannya hanya mengisahkan seorang Biksu saja yang mengambil kitab suci ke Barat dan tokoh Sun Go Kong, Cu Pa Chie dan Wi Cing hanya imajinasi dari seorang penulis yang bernama
Wu Ch'eng -en ( 1500-1582 ) pada zaman dinasti Ming.Sedangkan perjalanan ke Barat pada masa dinasti Tang.

Wu Ch'eng-en menuliskan buku berdasarkan cerita perjalanan Biksu Tang Zhang dari bukunya Ta-Tang Hsi-yu-chi (Catatan Perjalanan ke Barat). Hsi-yu-chi diterbitkan pertama kali pada tahun 1592,10 tahun setelah kematian Wu Ch'eng-en.

Cerita legenda tersebut terdiri dari 1001 bab di bagi atas 3 bagian utama, yaitu :

- Bag. 1 terdiri dari 7 bab, menceritakan tentang kelahiran Sun Go Kong dari sebutir telur batu yang memiliki kekuatan sakti,sehinnga mengacaukan kahyangan yang kemudian di kurung oleh Budha Sakyamuni di Wu-hsing-shan ( Gunung Lima Unsur ) dan menunngu pembebasannya oleh Biksu yang akan melakukan perjalan ke barat mengambil kitab suci.

- Bag. 2 terdiri dari 5 bab, berkaitan dengan sejarah Biksu Tang Zhang dan tugas utamanya mengambil kitab suci ke barat.

- Bag. 2 terdiri dari 88 bab, menceritakan keseluruhan perjalanan sang Biksu bersama ketiga muridnya.

Demikian sepenggal kisah sang Kera sakti yang ternyata hanya Legenda saja,,,
Sebenarya legenda ini mencerminkan kehidupan manusia pada umumnya,untuk ini akan saya Posting nanti....

Jumat, 04 November 2011

Guru Profesional

Profesi guru masih banyak  dibicarakan dan dipertanyakan orang, baik di kalangan pendidikan maupun di luar pakar pendidikan. Masyarakat atau orang tua murid selalu melecehkan  dan menuding guru tidak kompeten, tidak berkualitas dan sebagainya, bila putra/putrinya tidak dapat menyelesaikan persoalan yang dihadapi atau memiliki kemampuan yang tidak sesuai.

Profesionalitas guru yang sangat dituntut dalam melaksanakan tugasnya menjadikan 2 permasalahan ini sangat penting, yaitu :
Ciri-ciri guru yang profesional :
1.     Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
2.     Punya tujuan jelas untuk pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang  jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
3.     Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa  mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
4.     Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif,  membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.
5.     Bisa berkomunikasi dengan baik kepada orang tua
Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu mencari informasi terbaru tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya.
Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi  panggilan telepon, rapat, email dan sebagainya.
6.     Punya harapan yang tinggi pada siswa nya
Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
7.     Pengetahuan tentang kurikulum
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga  memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
8.     Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan
Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.
9.     Selalu memberikan yang terbaik  untuk anak-anak dan proses pengajaran
Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan  mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.
10.  Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa
Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.