Sabtu, 31 Maret 2012


Mengenai legenda “naga timur”
terdapat 4 macam teori:






1. Manusia dan naga satu tubuh

Contoh yang paling gamblang adalah leluhur orang Tionghoa yakni Fu Xi (
伏羲) dan Nu Wa (女媧) diyakini berbadan ular, atau disebutkan bertubuh naga.
Yan Shou (
延壽), Raja Han Akhir mencatat di dalam kitab Balairung Persembahan Lu Lingguang (魯靈光殿賦): “Melukis langit dan bumi, terlahir aneka macam makhluk, serba berbaur dan aneh, dewa gunung roh samudera. Zaman dahulu kala serba maha luas, pada awal permulaan dunia, 5 naga membandingkan sayapnya, kaisar manusia berkepala Sembilan, tubuh Fu Xi bersisik, tubuh Nu Wa berwujud ular.”


2. Naga adalah penjelmaan kaisar arif bijaksana:

Tercatat di dalam kitab kuno Pencatatan tahunan Zhu Shu (
竹書紀年) dan 
Shan Hai Jing (山海經):
… terutama dijelaskan, Huang Di, Yao,
Shun dan Yu (黃帝、堯舜和禹, para kaisar leluhur pada zaman kuno), pada saat kelahiran dan kemangkatannya selalu naga sakti menampakkan diri dan diyakini sebagai berkah. 


3. Naga adalah roh sakti:

Di dalam kitab kuno Shan Hai Jing (
山海經) oleh Guo Pu (郭璞) disebutkan:
… di zaman Huang Di dan Nu Wa, “naga” senantiasa membantu penguasa meredakan pemberontakan, dari sini terlihat, “naga” memiliki kekuatan gaib nan sakti.



4. Naga adalah satwa sakti yang dikendalikan dewata:

Legenda Li Bai menaiki naga menuju langit.
Menurut legenda, permaisuri raja Tai Zhen, mahir bermain kecapi, setiap kali main, suaranya merdu sehingga burung-burung berdatangan, sering kali ia menaiki naga putih untuk berkelana ke 4 samudera.


Xiao Shi, mahir bersiul. Kaisar Qin Mugong (秦穆公) menikahkan Nong Yu, sang puteri kepadanya. Xiao Shi mengajarkan isterinya bermain musik, tatkala bermain, ada burung Hong terbang berkunjung dan hinggap di atas loteng, Mugong mendirikan podium burung Hong untuk mereka berdua. Kemudian Nong Yu menunggang burung Hong, sedangkan Xiao Shi menaiki naga dan mereka terbang ke atas serta menuju dunia atas.

Li Bai, sang penyair tersohor, konon pada saat berbincang santai dengan seorang tosu (pertapa taoisme) di atas gunung, baru selesai berbincang, ada orang yang menyaksikan, mereka berdua di tengah awan, bersama-sama mengendarai sang naga menuju langit.













Tidak ada komentar:

Posting Komentar